Teori Sedekah

TEORI SEDEKAH
By : Abu Zuhra

“ Siapa saja yang mendorong satu perbuatan baik terjadi, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya…” (QS. AN-Nisaa: 85)

“Siapakah yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, Niscaya Allah akan melipat gandakan pengembalian kepadanya yang banyak. Dan Allahlah Yang Maha Menyempitkan dan Maha Melapangkan rezki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah :245)

“Siapa saja yang mendorong suatu perbuatan baik terjadi, niscaya ia mendapat bagian pahala daripadanya dan bagian pahala dari orang-orang yang mengamalkan setelahnya tanpa mengurangi bagian pahala mereka yang mengamalkannya…” (H.R. Muslim)

Dalil atau dasar pijakan dianjurkannya sedekah oleh Islam dari ayat al quran dan hadits nabi saw di atas, adalah segelintir dari banyaknya dalil. Mungkin kita sering mendengar ceramah mengenai sedekah terutama sekali dari ustadz spesialisasi sedekah yakni Ust. Yusuf Mansur, atau membaca buku atau literature atau bahkan cuma artikel mengenai sedekah.

Mungkin tidak ada salahnya bila saya mencoba untuk merangkumnya dalam tulisan yang singkat ini.

TEORI GELAS KOSONG

Sejatinya saya sendiri kurang tahu teori ini disebut apa, tapi sementara ini saya tulis saja teori ini adalah Teori Gelas Kosong. Apabila kita berada di suatu restoran yang berkelas, apabila gelas di atas meja kita sudah kosong maka secara otomatis pelayan restoran itu segera mengisi gelas yang kosong tersebut. Jadi, bila kita habiskan air yang ada di dalam gelas, maka akan cepat terisi kembali, ya di isi oleh pelayan restoran tersebut (atau paling tidak kita sendiri yang akan mengisi air ke dalam gelas kita). Karena bila ada gelas penuh berisi air, maka pelayan restoran tersebut (atau kita) tidak mungkin mengisinya kembali bukan ? Karena dapat menyebabkan air di dalam gelas itu tumpah.

Teori ini mengajarkan kepada kita untuk jangan takut atau khawatir apa yang kita keluarkan di jalan Allah akan habis. Tidak.. Sejatinya, justru memancing terisinya pundi-pundi rejeki kita.

TEORI KARTU ATM

Apabila kita memiliki tabungan yang ada fasilitas kartu ATM nya, maka bila kita sering mengisi tabungan, maka saldo di dalam tabungan kita tentu saja akan bertambah. Dan bila suatu saat kita membutuhkannya, kapan pun dan di manapun kita berada, bahkan di saat bank tutup sekalipun, kita dapat mengambil dana tersebut dengan hanya memasukkan kartu ATM kedalam mesin ATM.

Begitupun dengan sedekah. Bila kita sering bersedekah, sering menanam tabungan akhirat. Di saat tabungan akhirat kita sudah bertambah dan di saat itu pula kita sangat membutuhkannya. Maka, kita tinggal angkat tangan berdoa kepada Allah swt yang memiliki bank penyimpanan tabungan akhirat. Berdoa sesuai dengan apa yang kita butuhkan saat itu. Insya Allah, bila tabungan akhirat kita itu cukup, maka akan langsung terproses dengan baik.

TEORI MENANAM BIBIT UNGGUL DI TEMPAT SUBUR

Ketika kita hendak menanam benih, yang utama kita pikirkan adalah bibit atau benih yang hendak kita tanam apakah kelas unggul. Yang kedua adalah tanah tempat benih itu ditanam apakah subur. Yang ketiga adalah waktu yang ditempuh untuk memanen hasilnya. Dan yang keempat adalah harga hasil panen dari bibit atau benih yang kita tanam itu.

Misalnya kita ingin menanam bibit durian, tentu kita akan pilih durian bibit unggul misalnya bibit durian Bangkok (montong). Kemudian apakah durian itu tumbuh di tanah yang berpasir atau justru berlumpur perlu kita ketahui juga. Biasanya durian tumbuh di tanah yang tidak berpasir dan tidak pula berlumpur. Selain itu durian tumbuh di hawa yang tidak panas tidak pula dingin alias sejuk. Berapa lamakah memanen durian itu, apakah seperti jagung yang hanya 3 bulan saja ? Ataukah bertahun-tahun seperti mengangsur pembelian kendaraan bermotor ? Ataukah memanen durian seperti mengambil KPR, yang lamanya 15 tahun misalnya ? Dan yang terakhir adalah harga dari durian yang tumbuh dari bibit yang kita tanam bertahun-tahun itu.

Maksud saya adalah, ketika kita bersedekah, maka sedekahlah dengan bibit yang terbaik, di tempat yang terbaik, mungkin prosesnya akan memakan waktu yang panjang tapi hasilnya akan kita rasakan kemudian adalah berlimpah dan berkesinambungan.

TEORI CERMIN

Bersedekah itu seperti kita melihat diri kita di cermin. Sesungguhnya ketika kita tersenyum, cemberut, marah dan entah apa ekspresi yang kita lakukan di depan cermin akan kembali kepada diri kita sendiri. Bersedekah pun demikian. Sesungguhnya bersedekah itu akan kembali kepada diri kita sendiri.

TEORI BOLA

Ketika kita menendang atau melempar bola ke dinding, bola akan terpantul kembali ke arah kita. Bila kita menendang atau melemparnya dengan lemah, maka bola pun akan terpantul dengan lemah pula. Tapi bila kita menendang atau melemparnya dengan kekuatan penuh, full power, maka lihat apa yang terjadi. Bola dapat dipastikan akan terpantul dengan kekuatan yang penuh pula.

Sama halnya ketika bola di dalam wadah berisi air. Bila kita tekan bola tersebut, maka air di dalam wadah akan tumpah. Berbeda bila bola tersebut kita diamkan.

Kembali berarti, sedekah itu akan kembali kepada kita, dan rejeki akan tertumpah manakala kita melakukan sesuatu terhadap apa yang kita miliki (sedekah). Bersedekahlah dengan apa saja yang kita miliki. Tenaga, dana, doa atau hanya sekedar senyum.

Dan masih banyak teori-teori lain tentang sedekah yang intinya adalah bahwa sedekah itu akan kembali kepada kita dan bahkan dilipatgandakan.. Dan mengapa kita masih enggan untuk BERSEDEKAH ????

Dedicated to :

Majelis
Bina Matahati
Bersama Membina Generasi Islami

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: