BAYAR KERETA BAYI DENGAN SHOLAT DHUHA

BAYAR KERETA BAYI DENGAN SHOLAT DHUHA
By : Abu Zuhra

Ini adalah sepenggalan kisah dari seorang sahabat yang memiliki pengalaman unik berkaitan dengan Fadhilah Sholat Dhuha. Setelah mendengarnya kemudian terbersit di hati ini sebuah pertanyaan,”Mengapa diantara kita masih ada yang enggan untuk melakukan sunnah yang satu ini (Sholat Dhuha) ?”

Kisahnya diawali dari ceramah seorang ustadz muda, ganteng dan brilian, seorang chairman sebuah lembaga dakwah Wisata Hati, ust. Yusuf Mansur. Waktu itu sahabat saya mendengar ceramah sang ustadz di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran, Jakarta Selatan. Dalam ceramahnya tersebut ustadz yang selalu menyinggung sedekah dalam setiap ceramahnya, saat itu membahas pula fadhilah sholat dhuha. Karena memang sedekah, sholat dhuha dan sholat malam adalah suatu keterikatan, suatu paket yang unik, Fadhilah sholat dhuha yang dibawakan sang ustadz diambil dari sebuah hadits qudsi. Inilah fadhilah yang sempat terekam di dalam otak sahabat saya tersebut :

Sholat dhuha 2 raka’at : akan tercatat sebagai orang yang tidak lalai dalam ibadah.
Sholat dhuha 4 raka’at : akan tercatat sebagai orang yang rajin ibadah / sholihin
Sholat dhuha 6 raka’at : akan dipenuhi seluruh kebutuhannya hari itu.
Sholat dhuha 8 raka’at : akan tercatat sebagai kelompok / golongan orang yang bertakwa (muttaqien)
Sholat dhuha 12 raka’at : akan dibuatkan sebuah istana di surga.

Ketika mendengar ceramah sang ustadz tentang fadhilah sholat dhuha itu, maka yang terbetik pertama kali dalam hatinya adalah melakukan sholat dhuha 6 raka’at, agar kebutuhannya satu hari itu dipenuhi oleh Allah swt. Karena ternyata, sahabat itu sedang membutuhkan, untuk tidak mengatakan ingin sekali membeli, sebuah kereta bayi untuk anaknya yang baru lahir. Namun sayang, dana yang ada padanya telah habis untuk membayar biaya persalinan serta aqiqah sang jabang bayi.

Mulailah dia ber azam, menguatkan niat di dalam hatinya, agar dapat terus melakukan sholat dhuha, terutama 6 raka’at setiap harinya. Dan ini wajar-wajar saja sebagai seorang manusia, seorang hamba yang ingin setiap kebutuhannya dipenuhi. Dan yang lebih penting lagi adalah keyakinan sahabat itu tentang janji Allah swt, bahwa pasti Allah akan memenuhi janji Nya dan tiada pernah ingkar setelah hamba Nya melakukan apa yang telah Allah janjikan.

Keesokan harinya setelah mendengar ceramah ust. Yusuf Mansur, sahabat tersebut pun mengerjakan anjuran Nabi saw kepada ummat Nya, janji Allah kepada hamba Nya, yakni sholat dhuha. Dan tentu saja sholat dhuha dengan 6 raka’at seperti apa yang sudah diniatkan sebelumnya oleh sahabat saya itu.

Setelah selesai melakukan shalat Dhuha dan berdoa kepada Allah swt agar apa yang menjadi kebutuhan, sekali lagi untuk tidak mengatakan keinginan besarnya sebagai rasa kasih sayang seorang ayah ke anaknya, yakni sebuah kereta bayi.

Tidak lama setelahnya, rumah mereka kedatangan kakak ipar beserta keluarganya yang mengajak sahabat, istri dan tentu saja anak bayinya untuk ikut rombongan kakak ipar ke sebuah Mall yang tujuannya adalah mengikuti perlombaan mewarnai dalam rangka meramaikan hari kemerdekaan Negara ini, ya peringatan tujuh belas Agustusan. Tapi baru saja keluarga sahabat akan berangkat tiba-tiba sang jabang bayi buang air kecil, maka keberangkatan terpaksa tertunda untuk mengganti popok sang anak. Setelah selesai, dan bersiap-siap untuk berangkat, kembali sang jabang bayi melakukan hal yang hamper sama, kali ini sang bayi buang air besar. Maka tertunda lagi keberangkatan ke Mall untuk mengganti popok sang bayi.

Dan itu terjadi berulang-ulang, acara keluarga kakak ipar tertunda karena mengganti popok sang jabang bayi. Yang anehnya adalah sang jabang bayi melakukan hal yang serupa antara buang air kecil dan buang air besar. Sampai akhirnya diputuskan, keluarga kakak ipar pergi terlebih dahulu karena takut anak-anaknya terlambat mengikuti perlombaan mewarnai. Yang jelas bukan karena kakak ipar tidak sabar, melainkan karena anak-anak merekalah yang ‘rewel’ dan tidak sabar serta khawatir bila tidak dapat mengikuti perlombaan di Mall itu.

Tak lama berselang dari keberangkatan keluarga kakak ipar, sekitar setengah jam kemudian, tiba-tiba datang seorang sahabat lama yang sudah sekitar 2,5 – 3 tahun tidak pernah lagi ada komunikasi, seorang sahabat yang sudah dianggap seperti keluarga itu terlalu sibuk dengan ‘kerjaan baru’nya di perusahaan advertising. Seorang sahabat yang kerap dirindukan kehadirannya oleh sahabat saya. Apalagi sekarang sahabat saya itu sudah berkeluarga dan memiliki momongan. Rasa rindu pada sahabatnya itu terbayar sudah dengan kehadiran sahabat lamanya itu.

Rasanya ingin sekali bercerita tentang diri dan keluarganya setelah lama mereka berpisah. Pun bertanya tentang keadaan sahabatnya itu. Tapi sayang, karena kesibukannya sang sahabat lama tidak dapat berlama-lama ‘mampir’, dia hanya ingin mengucapkan selamat atas kelahiran anak pertama sahabat saya itu dan turut berbahagia, sambil memberikan sebuah kotak besar dibungkus sampul ‘manis’. Sahabat saya tidak melirik apa yang dibawa sahabatnya itu, karena yang ada dipikirannya adalah rasa bahagia karena bertemu setelah sekian lama berpisah dan sekaligus juga kecewa karena hanya bertemu beberapa saat saja.

Setelah sahabanya pergi, ia dikejutkan dengan ‘teriakan’ sang istri yang tidak sabar dan telah terlebih dahulu membuka ‘kado’ pemberian sahabat suaminya tersebut. Ternyata sebuah ‘kereta bayi’. Kereta bayi yang memang sangat ingin dibelinya untuk sang buah hati. Kini, kereta bayi itu telah dimilikinya dengan membayar harganya dengan ‘6 raka’at sholat dhuha’.

Dedicated to :

Majelis
Bina Matahati
Bersama Membina Generasi Islami

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: